Bersiap Pensiun, Liliyana Natsir Mulai Geluti 2 Bisnis


Atlet bulu tangkis spesialis ganda campuran, Liliyana Natsir, akan fokus berbisnis sesudah pensiun dari dunia bulu tangkis. Ada dua  bisnis yang semenjak kini sudah digelutinya, yakni refleksi dan properti.

Karena sudah 33 tahun, awal tahun depan, sesudah melalui Asian Games juga, saya berencana pensiun,

Selama sejumlah tahun belakangan, bisnis yang bakal difokuskan oleh pemain sarat prestasi itu merupakan bisnis properti dan refleksi yang telah dirintis olehnya

Untuk bisnis refleksi, dirinya sudah membuka bisnis itu semenjak 2016 di Gading Serpong, Tangerang, dengan label Nine Family Reflexology dan berencana bakal membuka cabang di Mal Green Pramuka Square.

"Pada dasarnya saya memang bahagia refleksi, dari dahulu jadi atlet 'kan sering dipijat. Jadi, aku tahu seperti apa pijatan yang enak dan membuat tubuh kita jadi segar," ungkapnya.

Oleh lantaran tersebut, dia terjun langsung dalam memilih terapis. Rencananya ia bakal membuka lagi cabang di Green Pramuka. "Sekarang aku lagi survei juga," ujar peraih emas Rio de Janeiro itu.

Adapun untuk bisnis properti, ia mempunyai minat setelah berkonsultasi dengan paman dan teman-temannya yang telah berbisnis properti terlebih dahulu.

Berbekal "sharing" pengalaman itu, Liliyana alhasil terjun pada tahun 2014 dengan membangun cluster perumahan seharga berkisar Rp lima ratus juta sampai Rp 600 juta sebanyak dua  kompleks tidak besar dengan jumlah 1  kompleks berkisar 14 sampai lima belas kediaman dengan ukuran tipe 48 untuk tanah delapan puluh meter persegi.

"Dua kompleks itu ada di Bekasi, daerah Kranggan, 1  namanya Bale Sampurna, satu  lagi namanya Bale Jati Raden. Sebab harga tanah di sana masih murah dan daerahnya masih tidak sulit diakses, lokasinya di timur Jakarta

Saat ini, Liliyana sendiri tengah membangun projek propertinya yang ketiga dengan lokasi yang sama-sama di Kota Bekasi. Tetapi, dengan harga di atas proyek pertama dan kedua, yakni Rp 1 miliar.

Projek yang rencananya bakal diberi nama Royal Hankam ini, menurut Liliyana, memiliki harga lumayan tidak rendah lantaran aksesnya lebih tidak sulit dari projek sebelumnya, dengan berjarak 2 kilometer dari akses tol. "Karena harganya tinggi, saat ini saya bangun rumah contoh dahulu biar pemesan bisa lebih yakin," kata Liliyana.

Mengapa ia memilih terjun di dunia properti? "Kalau jadi instruktur aku belum tentunya dapat meski dibilang orang aku pemain hebat, tapi ngelatih tersebut beda. Sementara untuk GOR, untuk balik modal cepat dijanjikan aku lihat agak kurang. Karena itu, oleh

Selain tersebut, Liliyana juga kini tengah menjajaki pembangunan proyeknya yang keempat dengan lokasi yang tidak jauh dari projek pertama sampai ketiga dengan konsumen sasaran warga menengah. "Jika tanah sudah 'deal', saya sudi berjalan proyek keempat, maunya harganya di kisaran Rp 375 juta sampai Rp empat ratus juta," ungkapnya.

Ia melanjutkan, "Saya inginnya di situ memang sebab 'kan warga bakal lebih gampang mengambil kredit perumahan rakyat (KPR)."

Namun, walaupun harganya di bawah proyek-proyek sebelumnya, dia inginnya tugas rapih, bertanggung jawab, sesuai dengan spesifikasi lantaran bawa namanya. "Saya juga inginnya terlibat dalam desainnya. Tapi, belum bisa Mas. Mudah-mudahan terealisasi nanti," kata Liliyana

Komentar